(MAKANAN KHAS SOLO)
https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/makanan-khas-sol
Nasi Liwet
Berbicara tentang makanan khas Solo tentu tak jauh-jauh dari nasi liwet yang menjadi ikon kota ini.
Nasi liwet Solo memiliki ciri khas yang membedakannya dari nasi liwet daerah lain, yaitu siraman kuah sayur labu siam yang disajikan dengan daun pincuk.
Ada banyak pedagang yang menjual makanan khas Solo yang satu ini dengan harga mulai dari Rp 13.000 per porsi tergantung pilihan lauk.
Makanan khas Solo ini cukup unik, karena memadukan cita rasa steak khas Eropa dan kearifan lokal.
Selat Solo menggunakan saus cokelat manis yang terbuat dari kecap sebagai pengganti kecap Inggris dan mayones.
Dengan harga sekitar Rp 15.000, Anda bisa menikmati seporsi Selat Solo yang berisi daging, sayuran rebus, kentang goreng, dan telur rebus.
solo, kota di Jawa Tengah yang dikenal sebagai jiwanya Jawa memiliki kekayaan kuliner tradisional yang menggugah selera. Keunikan kuliner Solo yang berasal dari resep turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi menjadikannya bagian dari warisan budaya Jawa Tengah yang tak lekang oleh waktu. Oleh karena itu, semboyan “Solo the Spirit of Java” dan kekayaan kuliner kota Solo merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan dan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin merasakan keunikan budaya Jawa Tengah dan cita rasa kulinernya.
Selain dikenal berkat Keraton Kasunanan, Solo juga menjadi surganya pecinta kuliner kambing dan sapi. Apalagi kalau bukan sate dan tengkleng. Jika sate biasa disajikan dengan daging yang dipotong-potong kemudian dibakar, lain halnya dengan sate buntel yang bisa Anda temui di sudut-sudut kota Solo.
Lim Hwa Youe adalah orang Tionghoa yang memperkenalkan sate buntel pada 1948. Mulanya sate buntel dibuat karena melihat sisa dari daging kambing yang keras. Kemudian Lim Hwa Youe menemukan ide untuk mencincang daging kambing yang agak keras tersebut dan diolah dengan rempah-rempah lainnya, lalu dibungkus lemak kambing agar tidak pecah saat dibakar. Jika dibandingkan dengan sate pada umumnya, sate buntel punya ukuran yang lebih besar. Maka dari itu sate buntel biasa disajikan dua tusuk seporsinya.
Bentuknya yang istimewa mencerminkan cita rasa sate buntel yang lembut, manis, dan kaya akan rempah yang aromatik. Sate jenis ini biasa disajikan bersama dengan bumbu kecap, bawang merah, tomat, dan kol. Perpaduan bumbu kecap, sate buntel, bawang merah, dan nasi panas, siapa yang sanggup menolaknya.
https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/makanan-khas-solo-acc/46416
Timlo
Timlo adalah menu sejenis sup dengan isi suwiran ayam, potongan sosis, ati ampela, dan telur pindang. Sesuai namanya, timlo disajikan dengan kuah yang bening dan kaya akan rempah. Ini yang membuat cita rasanya begitu gurih dan cocok disantap kapan saja.
Dari sekian banyak jenis menu timlo, yang paling populer adalah Timlo Sastro di Pasar Gede. Selain terkenal, tempat ini juga legendaris karena sudah beroperasi sejak puluhan tahun yang lalu.
Fakta menariknya, timlo ini tidak hanya dijual di pasar, melainkan juga kerap disajikan dalam acara-acara keluarga di Solo karena rasanya yang cocok di lidah semua kalangan.
LUNA GANGSTER BIKIN GEMETERRRR
ReplyDeleteYOOHH METT
ReplyDelete