(9 MAKANAN KHAS WONOSOBO)
https://www.orami.co.id/magazine/makanan-khas-wonosobo
Carica
Carica adalah pepaya gunung khas daerah Wonosobo.
Dengan ukuran yang lebih kecil ketimbang pepaya biasanya, buah carica tidak kalah enak ketika disantap.
Buah ini tumbuh subur di kawasan pegunungan, terutama dataran tinggi Dieng.
Camilan ini bukan hanya dijual di area Wonosobo saja, tetapi juga sudah banyak dijual di kota-kota besar sekitar.
Buah ini biasa disajikan dalam cup kecil yang berisi potongan carica dan air yang terasa manis.
Perpaduan keduanya terasa asam dan manis di lidah, sehingga cocok disantap ketika dingin.
ka ingin membelinya, satu cup buah carica dibanderol dengan harga Rp4.000,00.
Makanan khas Wonosobo selanjutnya adalah opak singkong.
Makanan ini terbuat dari rebusan singkong yang dicampur dengan garam dan kucay.
Rebusan singkong yang sudah dibumbui dengan garam dan kucay, kemudian ditumbuk hingga halus.
Lalu, dipipihkan dan dijemur hingga kering.
Kemudian, singkong digoreng hingga tekstur menjadi kering.
Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat opak singkong banyak dibeli warga kota lain yang berkunjung sebagai buah tangan.
Jika tidak ingin rasanya berubah, Moms bisa membawa pulang opak singkong dalam keadaan mentah.
Buah tangan ini dibanderol dengan harga Rp30.000 per bungkus.
Geblek
Makanan khas Wonosobo adalah geblek.
Geblek dapat dengan mudah ditemui di berbagai tempat makan.
Geblek atau lekuk berwarna putih dengan bentuk menyerupai cincin.
Makanan khas ini terdiri dari tepung tapioka basah, yang dicampur dengan daun kucai dan bumbu khas daerah tersebut.
Teksturnya kenyal, sedikit lengket, dan memiliki rasa yang gurih.
Camilan ini cocok dihidangkan di berbagai suasana, sehingga cocok dijadikan sebagai buah tangan untuk kerabat dan tetangga di rumah.
Makanan khas Wonosobo ini dibanderol dengan harga Rp25.000 per bungkus.
Kue Pepe Wonosobo
Kue Pepe adalah salah satu camilan khas dari Wonosobo, Jawa Tengah, yang sangat populer terutama saat perayaan seperti Idul Fitri.
Kue ini memiliki tekstur yang kenyal dan rasa manis yang khas, membuatnya menjadi favorit banyak orang.
Bahan dasar utama untuk membuat Kue Pepe adalah tepung sagu, yang kemudian dicampur dengan gula, santan, dan sedikit pewarna untuk menambahkan variasi warna seperti merah dan putih.
Proses pembuatannya melibatkan pengukusan lapis demi lapis, yang memberikan tekstur kenyal yang unik pada kue ini.
Kue Pepe dikenal dengan kelezatannya yang manis dan teksturnya yang legit, menjadikannya camilan yang sempurna untuk dinikmati di sore hari atau sebagai oleh-oleh dari Wonosobo.
Kue ini biasanya tersedia dalam berbagai warna yang menarik seperti hijau, merah, putih, dan cokelat, membuatnya tidak hanya enak tetapi juga menarik secara visual.
Kamu dapat menemukan Kue Pepe di berbagai pasar tradisional dan penjual kue oleh-oleh di Wonosobo dengan harga yang sangat terjangkau, sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per potong.
Tempe Kemul
Tampilannya seperti mendoan dan disajikan dengan cabe merah.
Makanan khas Wonosobo ini biasa dimakan bersamaan dengan mie ongklok sembari minum teh hangat.
Tempe kemul adalah tempe yang dibalut dengan tepung gandum, tepung singkong, tepung beras, dan diberi daun kucay, kemudian digoreng bersamaan,
Panduan bumbu kunyit dalam tempe membuat rasa makanan ini berbeda dari mendoan biasa.
Harganya relatif murah, yaitu Rp500 per buah.
Moms bisa mendapatkan camilan ini dengan mudah di seluruh warung area dataran
tinggi Dieng.
Keripik Kentang Dieng
Dieng yang berada di kawasan Wonosobo dikenal sebagai penghasil kentang dengan kualitas terbaik.
Para petani di sana sudah lama bekerja sama dengan berbagai perusahaan besar untuk menghasilkan kentang pilihan yang kemudian diolah menjadi keripik premium.
Camilan khas ini punya tekstur renyah dan rasa otentik karena dibuat dari bahan berkualitas serta melalui proses produksi yang terjaga, sehingga keripik kentang Dieng mampu bersaing dengan produk serupa dari daerah lain.
Soto Golak
Selanjutnya, soto golak menjadi makanan khas Wonosobo.
Golak sendiri adalah makanan dari bahan dasar umbi singkong.
Makanan ini diproses sampai singkong berbentuk seperti kentang, lalu digoreng.
Kemudian, singkong disajikan bersamaan dengan soto sapi.
Bisa dibilang, golak adalah makanan pendamping untuk menyantap soto sapi.
Selain golak, di dalam soto terdapat soun, kecambah, kacang tanah, seledri, potongan daging sapi, dan bawang goreng.
Soto golak biasanya dihidangkan dengan nasi atau ketupat.
Rasanya lebih lengkap apabila Moms menambahkan tahu atau tempe kemul.
Kacang Dieng
Makanan khas Wonosobo selanjutnya adalah kacang Dieng.
Makanan ini menjadi salah satu buah tangan favorit para wisatawan.
Kacang Dieng diminati karena praktis dan simpel.
Oleh warga lokal dan sekitar, kacang dieng sering disebut kacang babi.
Sebutan tersebut disematkan karena kacang Dieng berbentuk lebih besar dibanding kacang pada umumnya.
Camilan ini digoreng bersamaan dengan bumbu khas.
Bumbu tersebut menimbulkan cita rasa gurih, sehingga membuat banyak orang ketagihan.
Harganya cukup murah, yaitu Rp22.500 per bungkusnya.
Sagon
Makanan khas Wonosobo yang terakhir adalah sagon.
Kue ini dibuat menggunakan bahan dasar parutan kelapa, tepung sagu, dan gula.
Proses memasaknya pun terbilang unik, yaitu dengan kayu bakar dan arang.
Makanan ini berbentuk lempengan bulat dan tebal, dengan cita rasa manis juga aroma yang khas.
Rasanya unik karena tambahan taburan kelapa di atasnya.
Jika ingin membelinya, makanan ini dibanderol dengan harga Rp5.000 per buah.
Anindya: wahhhhh manttappppppppppppp
ReplyDeleteclarisa=enaqq nderrrr
ReplyDeletebotok
ReplyDeletehani ; mbb nurrr beliin dongggg, nakk satuuu
ReplyDeletekentos: ra enak we
ReplyDeleteADUL: BOTOK STECUUU
ReplyDelete